BayuPinasthika
Bayu Pinasthika
15 Jan 2017

Cara Memilih UPS untuk Kebutuhan Komputer

Pada saat saya merancang 1 set server lengkap berikut dengan UPS-nya, tentu harus diperhatikan UPS yang tepat untuk dipasangkan pada server. Buat yang ga tau apa itu UPS, UPS atau Uninterruptable Power Supply adalah sebuah perangkat elektronika yang berfungsi untuk menyediakan listrik cadangan ketika listrik utama mati. Dan maksud dari kata interupsi ini sendiri merupakan kelebihan atau kekurangan, serta matinya arus listrik yang dipakai untuk mengoperasikan UPS ini. Dengan arti kata lain, Uninteruptible Power Supply atau UPS ini bekerja dengan sedemikian rupa tanpa adanya pengaruh akan adanya interupsi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Fungsi dari UPS ini sendiri adalah untuk menstabilkan listrik serta untuk memback up kebutuhan listrik.

Fungsi utama UPS adalah menjadi cadangan listrik bagi komputer sehingga ketika listrik mendadak mati, UPS akan aktif dan komputer tidak akan mati yang bisa mengakibatkan 2 hal biasanya, pertama semua data atau apa saja yang sedang anda kerjakan akan hilang (terhapus) dan ini bencana besar tentu saja karena kita biasanya harus mengerjakan lagi dari awal.

Kedua, yang juga tidak kalah pentingnya, mati listrik secara mendadak yang mengakibatkan komputer mati juga bisa menyebabkan bagian komponen di dalam komputer juga bisa rusak, biasanya power supply atau hardisk.

Tentu saja kedua hal tersebut tidak diinginkan makanya UPS dianggap cukup penting sebagai alat tambahan wajib bagi pengguna komputer, terutama bagi kita yang tinggal di Indonesia yang listrik masih suka “byar-pret” alias mati.
Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar anda bisa membeli UPS sesuai dengan kebutuhan:

Jenis UPS

Ada beberapa jenis UPS tetapi yang paling umum ada 2 jenis yaitu Standby UPS dan Line-Interactive UPS.

Jenis pertama adalah UPS yang paling sering kita temukan dimana fungsinya adalah sebagai cadangan listrik yang akan aktif menyala ketika listrik mati sedangkan yang kedua (Line-Interactive UPS), punya fungsi utama yang sama tetapi UPS ini punya fitur tambahan yaitu sebagai stabilizer untuk listrik.

Yang kedua ini sepertinya memang lebih banyak digunakan di Indonesia mengingat tegangan listrik yang tidak stabil yang bisa mengakibatkan kerusakan pada komputer, fungsi stabilizer disini untuk menstabilkan tegangan listrik yang masuk sehingga tegangan tidak turun naik.

Kalau lokasi tempat anda terkenal dengan area yang tidak stabil tegangan listriknya maka pilihlah yang kedua walaupun mungkin harus anda bayar sedikit lebih mahal dibandingkan jenis pertama.

Besaran Volt-Amperes (VA) yang dibutuhkan

Besaran VA adalah satuan hitung yang biasa digunakan dalam UPS, semakin besar VA maka semakin besar kemampuan sebuah UPS untuk bisa membuat komputer bisa digunakan lebih lama dan begitu juga sebaliknya.

Untuk mengetahui berapa besar VA yang dibutuhkan tergantungan 2 hal utama yaitu spesifikasi komputer anda dan perangkat tambahan lain yang akan disambungkan ke UPS.

Bicara spesifikasi komputer maka banyak hal yang harus dicek mulai dari prosesor yang digunakan (biasa semakin kencang maka semakin besar daya yang dibutuhkan), jumlah hardisk, monitor yang digunakan (ukuran layar) dan jumlah slot PCI yang digunakan (biasanya berupa kartu LAN, grafis dan lainnya).

Sedangkan untuk perangkat tambahan lain bisa berupa hardisk eksternal, printer, router atau lainnya.
Hitung secara teliti berapa besar watt yang dibutuhkan untuk semua komponen tersebut dan dari sini kita bisa tahu berapa VA yang dibutuhkan.

Ada formula sederhana untuk menghitung VA, cukup kalikan total watts yang dibutuhkan dengan bilangan 1,6
1,6 x wattage load = Minimum Volt-Amperes (VA)

Atau kalau masih bingung juga dan kami yakin memang tidak mudah untuk cari tahu besaran watts untuk setiap komponen, di website APC sebagai salah satu merek terkenal untuk UPS menyediakan fitur yang mudah untuk menentukan jenis UPS yang dibutuhkan, kita cukup mengisi beberapa hal maka akan keluar jenis UPS yang sesuai dengan kebutuhan. http://www.apc.com/tools/ups_selector/ID/en/home/device

Lain-lain

Selain 2 hal penting diatas sebagai penentu jenis UPS yang akan dibeli, ada beberapa faktor lain yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli UPS

  • Kebutuhan tambahan perangkat lain di kemudian hari
    Kalau anda ada rencana mungkin suatu saat akan menambah printer atau hardisk eksternal, sebaiknya ini juga diperhitungkan karena kalau tidak bisa jadi anda harus beli UPS yang baru karena daya yang ada tidak mencukupi lagi
  • Berapa lama anda mau UPS bisa digunakan ketika dalam kondisi mati lampu
    Sebenarnya fungsi utama UPS ini bukanlah untuk membuat anda tetap bisa bekerja dalam kondisi mati lampu tetapi UPS berguna untuk anda bisa punya waktu untuk menyimpan semua hal yang sedang dikerjakan kemudian mematikan komputer secara normal.Di setiap tabel spesifikasi pasti tertulis berapa lama UPS bisa aktif dan memang prinisipnya semakin lama waktunya semakin baik tetapi ini biasanya akan menjadi lebih mahal jadi menurut kami sih 5-10 menit adalah waktu yang cukup untuk menyimpan kerjaan dan mematikan komputer.
  • Banyaknya outlet
    Memang kita bisa membeli colokan tambahan agar bisa menyambungkan semua alat ke UPS ini tetapi tidak ada salahnya memilih UPS yang menyediakan banyak outlet sehingga tidak perlu terlalu repot lagi.
  • Tingkat bising
    Ketika anda membeli UPS dengan daya cukup besar biasanya ada kipas di dalamnya, mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih UPS dengan kipas yang punya tingkat kebisingan yang rendah karena kalau terlalu kencang (suara kipas) suka mengganggu.
  • Penggantian baterai
    UPS menggunakan baterai isi ulang yang tentunya punya jangka waktu pemakaian (biasanya sekitar 3-5 tahun) sehingga anda harus menggantinya ketika sudah rusak, pastikan saja ketersediaan suku cadang baterai selalu tersedia dan harganya tidak mahal.

Teknologi Informasi Leave a comment
%d blogger menyukai ini: