BayuPinasthika
Bayu Pinasthika
21 Des 2019

Cara Konfigurasi IP Address Router Cisco

Pada tutorial kali ini saya akan mencoba sharing tentang cara melakukan konfigurasi IP Address pada router Cisco yang memiliki 2 buah interface, yakni GigabitEthernet0/0 dan GigabitEthernet0/1 dengan IP Address GigabitEthernet0/0 192.168.66.200/24 dan GigabitEthernet0/1 10.128.255.2/30. Berikut langkah-langkah melakukan konfigurasi IP Address pada router Cisco:

Ketika pertama kali boot, router akan tampil dalam mode user yang dikenal dengan User Mode atau User Exec Mode. Ditandai dengan symbol >. Didalam mode ini, perintah yang dapat dijalankan cukup terbatas, namun cukup untuk melihat elemen dasar router tersebut.

Router>

Dari user mode, ketik enable maka akan berpindah ke privilleged mode. Untuk kembali, cukup dengan exit atau disable. Karena kita akan melakukan konfigurasi, maka ketikan enable.

Router>enable
Router#

Saat ini kita telah berada pada mode privileged, namun pada mode ini kita masih belum bisa mengkonfigurasi router. Untuk itu kita harus naik ke mode atas-nya yaitu mode global. Dan untuk berpindah ke mode global, ketikkan perintah configure terminal.

Router#configure terminal
Router(global)#

Sebelum kita mengkonfigurasi IP Address pada router, alangkah baiknya kita ubah hostname router tersebut sesuai dengan keinginan kita dengan cara mengketik hostname<spasi>nama perangkat, sebagai contoh:

Router(global)#hostname Pinasthika
Pinasthika(global)#

Jika tulisan Router telah berubah menjadi nama yang kita inginkan, maka hostname telah berhasil berubah. Lalu kita akan langsung mengkonfigurasi IP Address pada router tersebut. Untuk memberikan alamat IP pada interface router, yang dilakukan adalah masuk dulu ke interfacenya kemudian lakukan konfigurasi alamat IP pada masing-masing interface router dengan contoh dibawah ini:

Pinasthika(config)#interface GigabitEthernet0/0
Pinasthika(config-if)#ip address 192.168.66.200 255.255.255.0
Pinasthika(config-if)#no shutdown
Pinasthika(config-if)#exit
Pinasthika(config)#interface GigabitEthernet0/1
Pinasthika(config-if)#ip address 10.128.255.2 255.255.255.252
Pinasthika(config-if)#no shutdown
Pinasthika(config-if)#exit
Pinasthika(config)#

Agar router dapat terkoneksi ke gateway, dalam hal ini yaitu modem dari ISP, maka kita wajib menambahkan entry routing pada router.

Pinasthika(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.66.1

Lalu periksa apakah entry routing sudah berhasil ditambahkan dengan perintah do sh ip router seperti dibawah ini:

Pinasthika(config)#do sh ip route
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is 192.168.66.1 to network 0.0.0.0

C 192.168.66.0/24 is directly connected, GigabitEthernet0/0
C 10.128.255.2 is directly connected, GigabitEthernet0/1
S* 0.0.0.0/0 [1/0] via 192.168.66.1
Pinasthika(config)#

Dari table routing diatas bisa dilihat bahwa routing yang baru saja kita buat sudah diberhasil ditambahkan kedalam tabel routing pada router, perhatikan routing dengan tanda (S*) yang berarti routing tersebut bersifat statik (dibuat secara manual, bukan dynamic).

Tanpa adanya DNS Resolver, router hanya akan mengenali alamat IP saja. Agar router dapat mengenali hostname dan juga alamat domain yang ada di internet, maka kita perlu mengkonfigurasi DNS Resolver pada router dengan cara berikut:

Pinasthika(config)#ip domain lookup
Pinasthika(config)#ip name-server 8.8.8.8
Pinasthika(config)#ip name-server 8.8.4.4

Sekarang kita bisa melakukan pengujian dengan ping dari router tersebut dengan perintah do<spasi>ping<spasi>alamat tujuan, seperti contoh berikut:

Pinasthika(config)#do ping 192.168.66.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 192.168.66.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/2/4 ms
Pinasthika(config)#

Pinasthika(config)#do ping google.com
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 74.125.24.139, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/2/4 ms
Pinasthika(config)#

Dari hasil test ping diatas, konfigurasi router telah dapat terkoneksi dengan internet dan konfigurasi IP Address di router telah berhasil.

Cisco • Networking • Teknologi Informasi Leave a comment