BayuPinasthika
Bayu Pinasthika
20 Jun 2018

Semua yang Kita Punya Hanyalah Titipan

Hari ini gue dapet cerita dari temen gue tentang sikap orang lain yang setelah gue renungkan itu menjadi reminder buat diri gue sendiri dan bakal gue bagi untuk kalian.

Ya kita tahu di dunia ini banyak orang sombong. Apalagi sekarang di social media instagram, facebook, twitter, dll. Pamer makan makanan enak, pamer sepatu baru, pamer jalan-jalan, dll. Mungkin mereka merasa sedang berada diatas, merasa diri mereka paling benar dan paling sempurna sampai lupa diri.

Kadang karena dirinya memiliki prestasi yang kecil yang mereka pikir itu hebat. Contoh misalnya seseorang selalu mendapat ranking 1 dari SD sampai SMA dan membuat dirinya merasa hebat. Lalu akhirnya mereka merasa kalau dirinya adalah orang yang paling jenius. Namun ketika masuk perguruan tinggi, tidak ada yang lulus atau ketika bekerja dia tidak berkembang.

Orang yang sok hebat itu hanyalah karena mereka merasa kemampuan mereka sedikit lebih hebat dari orang lain. Sebenarnya tidak ada yang dihebatkan dari dirinya. Namun pikiran dia telah mungkin telah ditipu oleh sederet prestasi yang menurut kita biasa saja. Kadang dia lupa kalau banyak orang hebat di luar sana. Atau mungkin dia hanya melihat orang yang tidak lebih hebat darinya.

Hingga kadang dia lupa akan kenyataan pahit, dunia tidak menerima orang yang sok hebat. Dunia hanya menerima orang yang rendah hati dan berusaha keras. Secara pasti, orang yang merasa hebat akan jatuh ke jurang yang dalam dan akhirnya dia menyalahkan dunia, padahal dia jatuh karena kesalahan dirinya.

Sombong akan kekayaanmu atau prestasimu, hal itu akan membuatmu semakin bangga akan sikap kesombonganmu. Tapi tau ga sih lo? Kamu akan dijatuhkan dalam jurang paling dalam. Semua yang dipamerin itu akan menghilang. Tidak sekarang memang, tapi pasti dalam waktu dekat.

Pamer juga kadang-kadang membuat orang terlena. Sebagian orang ketika dia melihat orang lain iri kepadanya membuat dia senang. Tapi itu hanyalah senang sesaat, rasa senang yang menyesatkan.

Lambat laun hal yang dipamerkannya itu akan memakan dirinya. Semakin banyak kebutuhan sehingga membuat dia berpikir untuk mencari jalan mendapatkan kebutuhannya itu untuk pamer. Hutang kesana kemari demi sifat pamernya. Semakin lama hal yang dia miliki semakin berkurang hanya untuk pamer. Sampai dimana dia berada di titik tidak memiliki apa-apa dan sialnya tidak ada orang yang menolong dirinya.

Yang kita harus ingat adalah semua yang kita punya hanyalah titipan. Kehidupan ini bagaikan roda, kadang di atas kadang di bawah. Jadilah orang yang dicintai oleh semua orang. Walaupun pasti ada yang namanya haters, paling tidak lebih banyak yang menyukai kita daripada yang membenci kita.

So, kesombongan hanya menjatuhkan diri lo. Ketika lo berada di atas memang banyak sekali godaan, bahkan lo lupa dengan orang yang selalu disamping lo ketika lo sulit. Ketika kesombongan terus menelan diri lo, lo akan dihancurkan oleh kesombongan itu. Ketika dirimu hancur, tidak ada orang yang menolong lo, bahkan semua orang semakin menjauhi lo.

%d blogger menyukai ini: